Bill Of Lading (B/L), Mengenal BL dalam Sistem Ekspor â Impor

image

Bill Of Lading (B/L), Mengenal BL dalam Sistem Ekspor – Impor

 

Apa Itu Bill Of Lading (B/L), Mengenal BL dalam Sistem Ekspor – Impor. Kita mungkin seringkali mendengar istilah BL (bill Of lading) dalam terminilogi ekspor impor maupun pengiriman barang melalui kapal. Namun, secara awam kita memahaminya sebagai dokumen bukti pengiriman barang melalui kapal. Bill Of Lading (B/L) yaitu surat tanda terima barang yang telah dimuat di dalam kapal laut atau tanda bukti kepemilikan barang, adanya kontrak dan perjanjian pengangkutan barang melalui laut.

Sedangkan Air Waybill untuk pengangkutan barang menggunakan pesawat. Dan Raillway Consignment Not untuk pengangkutan menggunakan transportasi darat, seperti kereta api, dll. Dalam bahasa Indonesia B/L disebut juga konosemen, yaitu merupakan dokumen pengapalan yang paling penting karena mempunyai sifat jaminan/pengamanan. B/L menunjukan hak kepemilikan atas barang, tanpa B/L seseorang atau suatu pihak yang ditunjuk tidak dapat menerima barang yang disebutkan dalam B/L.

Fungsi Bill Of Lading (B/L)

Berikut ini adalah beberapa fungsi dari Bill Of Lading (B/L), yaitu :

  1. Bukti perjanjian pengangkutan dan penyerahan barang antara pihak pengirim dengan pengangkut
  2. Bukti kepemilikan atas barang (document of title) yang menyatakan bahwa orang yang memegang B/L merupakan pemilik dari barang-barang yang tercantum dalam B/L
  3. Bukti tanda penerimaan barang yang diterima oleh pengangkut (carrier) dari pengirim (shipper) ke tempat tujuan. Selanjutnya barang akan diserahkan kepada pihak penerima (importir atau consignee)

Pihak-pihak Yang Terlibat Dalam Bill Of Lading (B/L)

Dalam perdagangan ekspor-impor penggunaan B/L melibatkan beberapa pihak, diantaranya :

  1. Carrier yaitu pihak pengangkutan atau perusahaan pelayaran
  2. Shipper yaitu pihak yang bertindak sebagai beneficiary
  3. Consignee yaitu pihak yang diberitahukan tentang jadwal kedatangan barang
  4. Notify Part  

Jenis-jenis Bill Of Lading (B/L)

Suatu B/L dapat dibedakan berdasarkan pernyataan yang terdapat pada B/L. Karena itu B/L dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu :

  1. Charter Party B/L 
    Yaitu B/L yang digunakan apabila pengangkutan barang menggunakan “charter” (sewa borongan sebagian kapal atau seluruh kapal)
  2. Combined Transport B/L
    Yaitu B/l yang digunakan pada saat terjadi transhipment yang kemudian dilanjutkan dengan pengangkutan darat
  3. Liner B/L 
    Yaitu B/L yang digunakan untuk pengangkutan barang dengan kapal yang telah memiliki jalur perjalanan serta persinggahan yang telah terjadwal
  4. Long Form B/L 
    Yaitu B/L yang memuat seluruh syarat-syarat pengangkutan secara terperinci
  5. Received for Shipment B/L 
    Yaitu B/L yang menunjukan bahwa barang-barang untuk dikapalkan telah diterima oleh perusahaan pelayaran tetapi belum benar-benar dimuat atau dikapalkan sampai batas waktu yang ditetapkan dalam L/C.
    1. Kemungkinan barang akan dimuat dengan kapal lain
    2. Apabila terjadi pemogokan, barang-barang tersebut kemungkinan terbengkalai atau rusak
    3. Adanya kemungkinan penambahan ongkos atau biaya lain seperti sewa gudang dan yang lainnya
  1. Shipped on Bord B/L
    Yaitu B/L yang dikeluarkan apabila perusahaan perkapalan yang bersangkutan mengakui bahwa barang-barang yang akan dikirim benar-benar telah berada atau dimuat di atas kapal
  2. Short Form B/L
    Yaitu B/L yang hanya mencantumkan catatan singkat tentang barang yang dikapalkan (dan tidak termasuk syarat-syarat pengangkutan)
  3. Throught B/L 
    Yaitu B/L yang dikeluarkan apabila terjadi transhipment akibat dari tidak tersedianya jasa langsung ke pelabuhan tujuan

CONTACT US

Hotline : (021) 86908595/96

Whatsapp : 081802265000 (XL Axiata)

Email : binamanajemenglobal@gmail.com

Tue, 10 Apr 2018 @11:24

Copyright © 2018 PT BINA MANAJEMEN GLOBAL · All Rights Reserved
powered by sitekno